POSTINGAN UNGGULAN

Masalah Rezeki Dan Umur adalah Otoritas Allah

masalah rezeki dan umur

Manusia hanya bisa merencanakan tapi semua ketentuan ada di tangan Allah. Kata-kata itu adalah sebuah ungkapan yang sering kita dengar bahkan kita katakan. Kata-kata itu menggambarkan bahwa kelemahan melekat pada diri manusia dan kuasa adalah milik Allah. Memang benar manusia adalah makhluk yang sangat tidak berdaya terhadap ketentuan hidup mereka, karena semuanya berada dalam ketentuan yang Mahakuasa. begitu juga dengan masalah rezeki dan umur. Sebagai seorang hamba kita hanya ibarat wayang, sementara itu yang menjalankan skenario nya adalah Allah.

Banyak dari kita mungkin masih berpendapat bahwa masalah rezeki dan umur telah ditetapkan oleh Allah sejak kita masih berada di dalam rahim. Pola pikir seperti ini mungkin sudah tertanam dalam diri kita. Sejak masih kecil bahkan sampai sekarang kalimat ini masih sangat akrab dikatakan mungkin orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat dimana kita tinggal.

Untuk pembahasan yang pertama kami akan memaparkan tentang rezeki terlebih dahulu. Dalam Islam, ayat-ayat tentang rezeki ada banyak sekali. Secara garis besar ayat tentang rezeki mengacu pada kebaikan dalam bentuk barang dan jasa yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia.

Lalu bagaimana cara mendatangkan rezeki, dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: "tidak ada yang dapat merubah takdir kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah usia kecuali melakukan yang baik. Hadis ini menunjukkan bahwa tindakan yang berdosa dapat menyebabkan penyumbatan rezeki, terutama dosa berbohong.

Kemudian siapa yang membawa rezeki, dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: "kabarkanlah datangnya rezeki dengan cara bersedekah dan beramal." Bangun di pagi hari bisa membawa segala kemudahan dan bisa menambah nikmat, terutama rezeki. Menulis dengan baik, bersikap ramah dan mengatakan kebaikan akan menambah banyak rezeki.

Penyebab yang kuat untuk menambah rezeki yang mudah adalah menegakkan sholat dengan tepat waktu, dikerjakan dengan khusyu’ dan istiqamah. Kemudian melakukan sholat dhuha secara rutin, juga dianjurkan untuk membaca surat Al-Waqi'ah terutama di malam hari saat orang tidur, membaca surat Al-Mulk, Al-Muzammil, Al-Lail dan Al-Insyirah.

Banyak orang yang berpendapat bahwa rezeki itu dating dari usahanya sendiri. Mereka mempertimbangkan kondisi mereka untuk mencapai kesuksesan mengelola barang atau jasa sebagai penyebab dating nya rezeki. Meskipun terkadang mereka menyatakan, bahwa Allah lah yang menyediakan rezeki. Akan tetapi mereka berpendapat bahwa profesi atau bisnis yang mereka lakukan sebagai penyebab datangnya rezeki.

Sebaliknya, sangat banyak fakta bahwa rezeki bisa datang kepada seseorang yang melakukan usaha apapun. Ini menunjukkan bahwa usaha bukanlah penyebab utama datangnya rezeki. Rezeki tidak ada di tangan manusia, Allah-lah yang menentukan bahwa rezeki datang kepada manusia dan dia memberikannya kepada manusia sesuai dengan kehendak-Nya.

Alasan lain yang bisa lebih mudah untuk mendatangkan rezeki adalah datang ke masjid sebelum shalat, selalu suci dari hadas, shalat sunnah sebelum fajar, sholat witir, tidak sering nongkrong dengan wanita kecuali jika diperlukan, tidak membual untuk agama dan dunianya.

Iman kepada rezeki menjadi salah satu kunci seseorang agar tidak disibukkan dengan permasalahan dunia. Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya tentang rahasia zuhud nya. Dia menjawab, "Saya tahu rezeki saya tidak akan diambil, oleh karena itu, hati saya sangat tenang, saya tahu amal saya tidak dapat dilakukan selain saya. Oleh karena itu, saya sibuk melakukan amal, saya tahu Allah selalu menonton. Karena itu, saya merasa malu jika Dia melihat saya di atas ketidaktaatan, saya tahu bahwa kematian menungguku, oleh karena itu, saya bersiap untuk bertemu dengan Dia. "

Masalah umur ini persis seperti masalah rezeki. Masalah rezeki dan umur setiap orang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Allah SWT juga menegaskan tidak akan mempromosikan atau menangguhkan kematian seseorang. Allah SWT tidak akan menambah atau mengurangi usia seseorang. Terkait dengan hal ini Allah menjelaskan didalam Q.S al-Munafiqun [63]: 11, dan Surah Fathir [35]: 11).

Kedatangan kematian sudah pasti, tidak bisa maju atau terbalik. Jihad, dakwah, amar makruf nahi mungkar, mengoreksi penguasa, dll, tidak akan mempercepat atau mengurangi umur. Demikian pula tidak melakukan amar makruf nahi mungkar, tidak dakwah, tidak mengoreksi penguasa, berdiam diri, dan tidak melakukan jihad. Sebenarnya itu semua tidak akan bisa menunda maut dan tidak akan memperpanjang hidup. Semua itu jelas dan tegas dinyatakan oleh ayat-ayat Alquran seperti di atas.

Perlu anda ketahui yang bisa menyebabkan umur panjang, yaitu kesalehan, tidak melakukan perbuatan yang menyakiti orang lain, menghormati orang tua dan suka silaturahmi. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang masalah rezeki dan umur adalah otoritas Allah, semoga informasi yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kehidupan anda.

Comments